Representasi Kerusakan Lingkungan dalam Puisi "Dan Kematian Makin Akrab" karya Subagio Sastrowardoyo: Kajian Ekosastra
Keywords:
Ekosastra, Kerusakan Lingkungan, Puisi, Subagio Sastrowardoyo, Kematian Makin AkrabAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kerusakan lingkungan dalam puisi "Dan Kematian Makin Akrab" karya Subagio Sastrowardoyo melalui perspektif ekosastra. Kerusakan alam sering kali digambarkan secara simbolis dalam karya sastra sebagai refleksi atas krisis ekologis yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten. Pendekatan ekosastra digunakan untuk membedah hubungan antara manusia dan alam yang mengalami disharmoni dalam teks puisi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa puisi tersebut merepresentasikan kematian alam sebagai akibat dari eksploitasi dan pengabaian manusia terhadap ekosistem. Kematian dalam puisi ini tidak hanya dimaknai secara biologis, tetapi juga secara ekologis sebagai berakhirnya daya dukung lingkungan terhadap kehidupan. Kesimpulannya, Subagio Sastrowardoyo melalui puisinya berfungsi sebagai pengingat akan ancaman kepunahan ekologis yang semakin nyata.
References
Artaningrum, R. G., Budiartha, I. K., & Wirakusuma, M. G. (2017). Pengaruh profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan dan pergantian manajemen pada audit report lag perusahaan perbankan. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 6(3), 1079–1108.
Buell, L. (2021). The future of environmental criticism: Environmental crisis and literary imagination. Blackwell Publishing.
Endraswara, S. (2016). Metodologi penelitian ekokritik sastra: Teori, kode, dan metode. Center for Academic Publishing Service.
Garrard, G. (2023). Ecocriticism (3rd ed.). Routledge.
Iswanto, A. B. (2021). Ekokritik sastra dalam puisi Indonesia kontemporer: Kajian terhadap antologi puisi penyair Kalimantan Selatan. Jurnal Sastra Indonesia, 10(2), 115–122. https://doi.org/10.15294/jsi.v10i2.46452
Love, G. A. (2003). Practical ecocriticism: Literature, biology, and the environment. University of Virginia Press.
Pradopo, R. D. (2017). Pengkajian puisi. Gadjah Mada University Press.
Pratama, A. Y., & Setiyono, J. (2020). Representasi alam dalam puisi-puisi Subagio Sastrowardoyo: Analisis ekokritik Greg Garrard. Jurnal Kandai, 16(1), 45–58. https://doi.org/10.26499/jk.v16i1.1235
Putra, P. S. (2022). Estetika ekologis dalam puisi-puisi Indonesia modern: Sebuah tinjauan ekosastra. Jurnal Bahasa dan Sastra, 22(1), 12–25.
Sastrowardoyo, S. (1967). Dan kematian makin akrab. Balai Pustaka.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sukmawan, S. (2016). Ekosastra: Menancapkan kearifan ekologis dalam sastra. UB Press.
Wiyatmi, W., Suryaman, M., & Sari, E. S. (2017). Ekokritik sastra: Kajian ekofeminisme dalam sastra Indonesia. Cantrik Pustaka.
Yanti, N., & Atmazaki, A. (2020). Analisis ekokritik dalam kumpulan puisi "Melipat Jarak" karya Sapardi Djoko Damono. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 60–67.
Zapf, H. (2016). Literature as cultural ecology: Sustainable texts. Bloomsbury Publishing.
Zulfadhli, Z. (2018). Alam sebagai ruang budaya dalam puisi Indonesia: Perspektif ekokritik. Jurnal Metasastra, 11(2), 201–214.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asri Kitrianti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








