Kajian Semiotika Riffaterre Dalam Lirik Lagu "Kirana" Dewa 19: Ketidakterangsungan Ekspresi Dan Pemaknaan

Authors

  • Soni Hermawan Universitas Pendidikan Indonesia Author
  • Lutfi Nicolas Universitas Pendidikan Indonesia Author

Keywords:

Semiotika Riffaterre, Kirana, Dewa 19, Ketidakterangsungan Ekspresi, Hermeneutik

Abstract

Lirik lagu "Kirana" karya Dewa 19 merupakan salah satu karya kanon dalam musik populer Indonesia yang kaya akan metafora kompleks dan ambiguitas makna. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme penciptaan makna dalam lirik tersebut menggunakan teori Semiotika Riffaterre. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis empat elemen utama: ketidakterangsungan ekspresi, pembacaan heuristik dan hermeneutik, pencarian matriks, serta hubungan intertekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik "Kirana" mengandung ketidakterangsungan ekspresi berupa penyimpangan arti melalui metafora yang bersifat erotis sekaligus transenden. Melalui pembacaan hermeneutik, ditemukan bahwa sosok "Kirana" bukan sekadar personifikasi wanita, melainkan sebuah matriks tentang "pencarian jati diri dan keterikatan manusia pada hasrat". Analisis intertekstual juga mengungkap adanya resonansi antara lirik ini dengan pemikiran sufistik dan romantisme klasik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekuatan lirik "Kirana" terletak pada kemampuannya menyembunyikan makna hakiki di balik struktur bahasa yang puitis dan multitafsir.

References

Abrams, M. H., & Harpham, G. G. (2021). A glossary of literary terms (12th ed.). Cengage Learning.

Ariffin, N. Z., & Hashim, R. S. (2022). Semiotics of lyrics: Deciphering metaphorical meanings in contemporary pop music. International Journal of Arts and Humanities, 11(2), 88–104.

Barthes, R. (2019). Elements of semiology (Reprint ed.). Hill and Wang.

Culler, J. (2022). The pursuit of signs: Semiotics, literature, deconstruction. Cornell University Press.

Dhani, A. (1997). Kirana [Song lyrics]. In Pandawa Lima. Aquarius Musikindo.

Eco, U. (2020). A theory of semiotics. Indiana University Press.

Endraswara, S. (2021). Metodologi penelitian sastra: Epistemologi, model, teori, dan aplikasi. CAPS.

Holmes, D. (2024). Hermeneutics in the digital age: Interpretative strategies for popular culture. Oxford University Press.

Kristeva, J. (2021). Desire in language: A semiotic approach to literature and art. Columbia University Press.

Kurniawan. (2023). Semiotika Riffaterre: Panduan praktis analisis puisi. Pustaka Pelajar.

Lubis, S. H. (2022). Eksistensialisme dalam lirik lagu Dewa 19: Sebuah tinjauan filosofis. Jurnal Filsafat Indonesia, 15(3), 210–225.

Pratama, R. A. (2024). Intertekstualitas dalam musik populer Indonesia: Dari sufisme hingga romantisme. Gramedia Pustaka Utama.

Riffaterre, M. (1978). Semiotics of poetry. Indiana University Press.

Santosa, B. (2024). Estetika lirik lagu Ahmad Dhani: Antara yang profan dan yang sakral. Jurnal Kajian Sastra dan Budaya, 12(1), 45–60.

Sartre, J. P. (2023). Being and nothingness (Special Anniversary ed.). Washington Square Press.

Sudjiman, P. (2021). Memahami cerita rekaan. Pustaka Jaya.

Teeuw, A. (2020). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Pustaka Jaya.

Wibowo, A. S. (2025). Sosiopuitika musik Indonesia: Transformasi teks ke dalam identitas budaya. Alfabeta.

Widdowson, H. G. (2022). Practical stylistics: An approach to poetry. Oxford University Press.

Zaim, M. (2023). Metode penelitian bahasa: Strategi dan teknik. Rajawali Pers.

Downloads

Published

2026-01-11