Fenomena Code-Mixing (Campur Kode) Pada Komunikasi Generasi Z Di Media Sosial: Kajian Sosiolinguistik
Keywords:
Code-mixing, Generasi Z, Sosiolinguistik, Media Sosial, Identitas DigitalAbstract
Fenomena campur kode (code-mixing) telah menjadi identitas linguistik bagi Generasi Z dalam berinteraksi di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk membedah pola, motivasi, dan fungsi sosiolinguistik dari penggunaan campur kode bahasa Indonesia-Inggris pada platform media sosial X, TikTok, dan Instagram selama periode September hingga Desember 2025. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan netnografi, penelitian ini menganalisis 100 sampel unggahan yang menunjukkan intensitas campur kode yang tinggi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa campur kode bukan sekadar kegagalan pemilihan bahasa, melainkan strategi komunikatif untuk membangun citra diri (social branding), mengekspresikan emosi yang kompleks, dan menunjukkan inklusivitas dalam subkultur tertentu. Lebih lanjut, ditemukan pergeseran tren penggunaan istilah korporasi (corporate slang) dalam percakapan informal sebagai bentuk gaya hidup baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa campur kode pada Gen Z memperkaya khazanah variasi bahasa sekaligus menantang hegemoni bahasa Indonesia baku di ruang publik virtual.
References
Ariffin, K., & Husin, M. S. (2021). Code-switching and code-mixing in social media: A sosiolinguistic study. Journal of Modern Languages, 31(1), 45-62.
Baker, C., & Wright, W. E. (2021). Foundations of bilingual education and bilingualism (7th ed.). Multilingual Matters.
Crystal, D. (2020). Language and the Internet. Cambridge University Press.
Hoffmann, C. (2020). Introduction to bilingualism. Routledge.
Holmes, J., & Wilson, N. (2022). An introduction to sociolinguistics (6th ed.). Routledge.
Kozinets, R. V. (2020). Netnography: The essential guide to qualitative social media research (3rd ed.). SAGE Publications.
Lee, J. W. (2022). The sociolinguistics of digital Englishes. Routledge.
Levon, E., & Beline Mendez, R. (2020). Language, mimesis, and the digital. Oxford University Press.
Lubis, S. E. (2023). Analisis campur kode pada media sosial TikTok: Perspektif Gen Z. Jurnal Sosiolinguistik Indonesia, 5(2), 112-125.
Myers-Scotton, C. (2017). Duelling languages: Grammatical structure in codeswitching. Oxford University Press.
Nababan, P. W. J. (1991). Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Gramedia Pustaka Utama.
Pratama, A., & Sari, N. (2024). Pergeseran makna istilah korporasi dalam komunikasi informal anak muda. Lingua Digital, 8(1), 22-35.
Seemiller, C., & Grace, M. (2019). Generation Z: A century in the making. Routledge.
Sudarman, A. (2022). Dinamika bahasa di ruang siber. Alfabeta.
Tagliamonte, S. A. (2016). Teen talk: The language of adolescents. Cambridge University Press.
Thompson, R. (2023). The commodification of affect: Corporate language in private spheres. Journal of Sociolinguistics, 27(3), 301-318.
Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2021). An introduction to sociolinguistics (8th ed.). Wiley-Blackwell.
Zappavigna, M. (2018). Searchable talk: Hashtags and social media metadiscourse. Bloomsbury Academic.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rohmansyah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








